Menyambut Ramadhan dengan Ilmu

berikut ini adalah ringkasan catatan kajian online materi Menyambut Ramadhan dengan ilmu yang disampaikan oleh ustadz Ami Nur Baits hafizahullah ditulis oleh tim Moeslimart.com

ada tiga hal yang selayaknya kita pikirkan setiap kita menghadapi ibadah yang Allah Subhanahu wa ta’ala syar’iatkan kepada kita

1. apa yang harus kita lakukan sebelum menjalankan ibadah

2. apa yang harus kita lakukan ketika sedang melakukan ibadah

3. Apa yang bisa kita lestarikan setelah melakukan ibadah

ini tidak hanya berlaku untuk ibadah Ramadhan saja.

Ketika kita hendak shalat kita harus memikirkan apa yang harus dipersiapkan sebelum shalat, apa yang harus kita lakukan ketika shalat, dan apa yang harus kita lestarikan setelah shalat.

Demikian pula ketika kita melakukan ibadah yang lainnya termasuk ketika kita hendak melakukan ibadah di bulan Ramadhan kita memikirkan apa yang harus dipersiapkan sebelum ramadhan, lalu apa yang kita lakukan ketika bulan Ramadhan dan yang terakhir adalah apa yang harus kita lestarikan setelah ramadhan berlalu

ada beberapa hal yang bisa kita persiapkan ketika menghadapi Ramadhan

1.Memperbanyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Minta diberikan kesehatan fisik dan Taufik untuk semangat beribadah serta amalan yang diterima

Kita bisa melihat semangat para sahabat untuk meminta dua hal ini. Diceritakan dalam seby riwayat dari seorang tabi’in yang bernama Mu’alla bin fadhl pernah meriwayatkan

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantunkan. Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir – seorang ulama tabi’in –, bahwa beliau mengatakan,

Diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, berikanlah keselamatan bagi ku agar aku bisa sampai kepada Ramadhan, dan selamatkanlah Ramadhan untukku, dan terimalah amal-amalku selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

2. Perbanyaklah bertobat dan mohon ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala

Dosa adalah sumber terbesar yang bisa menghalangi manusia untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Salah satu indikator manusia menjadi malas beribadah diantara adalah karena dosa dan maksiat yang mereka lakukan dan belum bertobat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ: {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka” (QS. Al-Muthaffifin: 4). (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzi).

3. Membiasakan diri dengan kebaikan, karena tidak ada orang baik yang instan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Sign up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.