Kapan Waktu Puasa Arafah 2018 di Indonesia

Waktu Puasa Arafah 2018

Puasa Arafah 2018 jatuh pada hari Selasa, 21 Agustus 2018 hal ini berdasarkan keputusan pemerintah indonesia yang telah menetapkan tanggal 1 Dzulhijah 1439 Hijriah jatuh pada hari Senin, 13 Agustus 2018. Berbeda dengan Pemerintah Saudi yang menetapkan tanggal 1 Dzulhijah 1439 Hijriah jatuh pada hari Ahad, 12 Agustus 2018.

adanya perbedaan ini menyebabkan masyarakat indonesia melaksanakan puasa arafah tidak berbarengan dengan Jam’ah haji yang sedang wukuf di arafah. dan hal ini di bolehkan dalam syariat islam. karena dasar atau dalil di syariatkannya puasa arafah adalah pada tanggal 9 Dzulhijah bukan berpatokan pada wukufnya jama’ah haji di arafah

pembahasan lebih lanjut tentang ini telah dijelaskan oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com) yang berjudul Puasa Arafah Sudah Ada Sebelum Ada Wukuf di Arafah sumber artikel bisa dilihat di https://konsultasisyariah.com/23572-puasa-arafah-sudah-ada-sebelum-ada-wukuf-di-arafah.html
dan berikut ini kami kutip pembahasan lengkap tentang disyariatkannya puasa arafah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa puasa arafah sudah ada sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan wukuf di arafah.

Diantaranya, hadis riwayat Nasai dari salah satu istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَصُومُ تِسْعًا مِنْ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, senin pertama setiap bulan, dan dua kali kamis. (HR. Nasai 2429 dan dishahihkan al-Albani).

Kemudian, dalam hadis dari Maimunah Radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

Manusia ragu apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ketika hari arafah. Kemudian aku membawakan segelas susu ke tempat beliau wukuf. Lalu beliau meminumnya dan orang-orang melihatnya. (HR. Bukhari 1989 & Muslim 2692).

Keterangan:

Para sahabat ragu apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ataukah tidak puasa, karena mereka meyakini bahwa hari itu adalah hari untuk puasa sunah Arafah. Sehingga mereka bertanya-tanya, apakah beliau ketika wukuf itu puasa ataukah tidak. Kemudian oleh Maimunah ditunjukkan bahwa beliau tidak puasa.

Seperti yang kita tahu dalam buku sejarah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan haji di tahun 10 Hijriyah, sementara beliau wafat bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah. Artinya, bulan Dzulhijjah tahun 10 H, adalah Dzulhijjah terakhir yang beliau jumpai. Karena di tahun 11 H, beliau meninggal di awal tahun, di bulan ketiga (Rabiul Awal).

Sehingga para ulama memahami, hadis riwayat Nasai yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam rutin melakukan puasa tanggal 9 Dzulhijjah, itu terjadi sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan haji wada’.

Allahu a’lam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *