Hinanya niat menuntut ilmu karena dunia dan balasannya

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
kita masuk pembahasan kedua kitab Awaiq Ath Thalab karya Abdul Salam bin Barjas bin Nasir Ali Abdul karim hafizahullah ta’ala

pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar tentang “kendala pertama menuntut ilmu yaitu Menuntut Ilmu bukan karena Allah” dan dipertemuan kali ini kita akan lanjutkan meteri selanjutnya yaitu tentang “Hinanya niat menuntut ilmu karena dunia dan balasannya” mari kita simak penjelasan ustadz berikut ini


salah satu syarat diterimanya amal itu kan ikhlas, Allah berfirman

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Dan tidaklah manusia diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah azza wajalla secara ikhlas dan ibadah teragung adalah menuntut ilmu termasuk menuntu ilmu mempelajarinya dan mengajarkan adalah ibadah yang sangat agung kepada Allahu azza wajalla.

Wajib dilandasi secara ikhlas baik ketika mempelajarinya mengamalkannya atau pun mengajarkannya

Maka ketika seseorang mencari ilmu, mengajarkan ilmu, terlibat di dalam pengajaran ilmu dan belajar ilmu lalu niatnya tidak ikhlas tidak karena allah berarti dia telah bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala   

Berkata Al-Hasan rahimahullah

من طلب العلم ابتغاء الآخرة أدركها ، ومن طلب العلم ابتغاء الدنيا فهو حظه منه

Siapa orang yang mencari ilmu karena mencari akhirat maka dia akan memperolehnya, juga akan memperolah akhirat, ilmu didapat akhiart juga didapat, tapi siapa orang yang mencari ilmu karena dunia, maka itulah bagian yang akan dia dapatkan

Dan yang lebih detail dan tegas yang semakna dengan itu apa yang diucapkan oleh nabi alaihi shalatu wassalam dalam hadits yang shahih diriwayatkan oleh imam Ahmad, imam Abu Daud, imam Ibnu Majah, rasullah shallahu wassalam bersabda

 من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله ، لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضاً من الدنيا ، لم يجد عرف الجنة يوم القيامة

Siapa orang yang mempelajari suatu ilmu dari ilmu-ilmu yang mesti dipelajari karena Allah subhanahu wa ta’ala seperti ilmu syar’i tapi dia tidak mempelajari ilmu itu kecuali hanya untuk keuntungan duniawi maka dia tidak akan bisa mencium baunya surga pada hari kiamat

Berkata Ibnu Atho rahimahullah ketika menjelaskan orang yang berniat selain karena Allah ketika mencari ilmu

جعل الله العلم الذى علمه من هذا وصفه حجة عليه ، وسبباً في تحصيل العقوبة لديه . ولا يغرنك أن يكون به انتفاع للبادي والحاضر ، وفي الخبر : ( إن الله ليؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر ) ومثل من تعلم العلم لاكتساب الدنيا والرفعة فيها كمن رفع العذرة بملعقة من الياقوت ، فما أشرف الوسيلة وما أخس المتوسل إليه

Allah menjadikan ilmu yang diberikan kepada orang yang niatnya ga ikhlas, Allah akan jadikan itu sebagai alasan untuk membinaskan dia, jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang-orang yang hadir dan mengambil manfaat dari ilmunya. Umpamanya orang ini ketika belajar ilmu dan mengajarkan ilmunya tidak ikhlas karena Allah dia ingin keuntungan duniawi.

Banyak orang yang mengambil manfaat dari ilmunya, ilmunya bener tapi ketika dia menyampaikan ilmunya atau ketika dia belajar ilmunya itu dulu tidak ikhlas karena Allah azza wa jalla. Kata Ibnu Atho jangan kamu tertipu dengan banyaknya orang yang mengambil manfaat

Ingat sabda nabi shallahu alaihi wassalam

إن الله ليؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر

Allah itu menguatkan, menolong agama ini melalui seorang yang fajir, seorang yang durhaka

Contohnya orang yang belajar ilmu untuk mencari keuntungan dunia dan untuk mencari kedudukan, popularitas untuk mencari pujian manusia maka dia fajir dia orang durhaka bukan karena amal dan ilmunya tapi karena niatnya jangankan mencari ilmu dan mengajarkan ilmu shalat sebagai ibadah yang super agung yang sangat agung ketika niatnya salah menjadi maksiat, kenapa menjadi maksiat? Karena Allah mengancam

Celaka orang yang shalat salah satunya orang yang riya didalam shalat

Shalat yang agung seperti itu tapi disertai niat yang riya diancam dengan kecelakaan oleh Allah azza wa jalla. Berarti itu maksiat

Orang yang belajar ilmu tapi niatnya tidak ikhlas orang yang mengajarkan ilmu niatnya tidak ikhlas maka itu maksiat pelakunya fajir walaupun ada manfaat untuk dakwah orang banyak mengambil manfaat dari dakwahnya.

Apalagi dakwah sekarang ini tidak sekedar melibatkan seoarang alim dan muta’alim tidak hanya melibatkan guru dan murid tapi juga melibatkan banyak pihak seluruhnya kebagian punya andil ada pahala sesuai dengan kadar keterlibatan dia wajib semua itu ikhlas karena Allah azza wa jalla

kalo ada orang yang tidak ikhlas belajar mengajar bermanfaat bagi umat tak ubahnya seperti orang-orang yang menggotong tandu yang berisi putri yang cantik jelita dengan memakai aneka perhiasan dari yakut dan mutiara yang dibawanya begitu berharga dan mulia. Yang membawanya dianggap sebagai orang-orang yang hina karena budak biasanya, budak tuh maknanya apa? Hamba sahaya yang status sosialnya rendah tuganya memang begitu tidak dibayar tidak digaji yang memikulnya dianggap hina yang dibawanya sesuatu yang luar biasa berharga

maka para penuntut ilmu penyebar ilmu yang tidak ikhlas ibarat hamba sahaya yang rendah tadi pemikul tandu yang berisi putri yang cantik tadi dan ilmu yang disebarkannya itu diibaratkan putri yang cantik tadi ini penjelasan dikutip dari musnad abi yahya juz yang ke 11

Materi ini merupakan Catatan penulis hasil mendengarkan kuliah online TSL (Tarbiyah Sunnah Learning) Kitab Awaiq Ath Thalab Materi 03 – Hinanya niat menuntut ilmu karena dunia dan balasannya yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar As-sundawy hafizahullah

Insyallah pada pertemuan selanjutnya akan lanjut ke Materi 04 -Pentingnya ketakwaan dalam menuntut ilmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Sign up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.