Agar Ramadhan Semakin Berkah

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أمَّا بعد

Ikhwah grup whatsapp Belajar Islam yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita lanjutkan kajian kita tentang ibadah dan puasa Ramadhan bagian yang kesembilan. Pada kesempatan ini, akan saya sampaikan, “Ramadhan dan waktu yang kita miliki di bulan Ramadhan agar semakin barakah bagi kita

Saudara sekalian, waktu adalah di antara hal yang akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Tidak akan bergeser dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan? tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan? tentang hartanya, darimana dia dapatkan dan untuk apa dia infaqkan dan tentang jasad, untuk apa dia hancurkan.” (Hadits hasan riwayat Imam At Tirmidzi)

Umur adalah keseluruhan waktu hidup yang kita miliki, ini akan ditanya, kemudian semakin berharga waktu tersebut maka semakin besar tanggung jawab kita dihadapan Allah. Karena itulah dalam riwayat yang lain ada kalimat,, وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلاهُ, “Tentang masa muda untuk apa dia habiskan ?”

Karena waktu yang paling berharga dalam diri kita adalah masa muda yaitu rentang waktu mulai dewasa sampai usia 40 tahunan. Demikian pula waktu-waktu di bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga, maka pertanggung jawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah lebih berat bagi orang yang tidak memanfaatkannya dengan baik.

Berikut ini beberapa wasilah (media) agar bisa memaksimalkan keberkahan di bulan Ramadhan.

(1) Puasa sekali tetapi mendapatkan pahala dua kali.

Bagaimana?

Jawabannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka bagi yang berpuasa maka dia mendapatkan seperti pahalanya tidak kurang sedikitpun dari pahala yang berpuasa.” (Hadits-hadits shahih riwayat At Tirmidzi dan yang lainnya)

Anda berpuasa lalu mendapatkan pahala orang yang berpuasa kemudian mendapatkan pahala puasa lainnya, sekali puasa akan tetapi mendapatkan puasa double. Lalu bagaimana kalau setiap hari kita memberi hidangan berbuka (misalnya) untuk 5 orang x 30 =150, berarti kita mendapatkan pahala 150.

Ini kesempatan yang sangat berharga karena itu lah kita lihat sebagian muslim bulan Ramadhan ini semangat memberikan hidangan berbuka untuk mereka yang berpuasa.

(2) Jangan lewatkan waktu mustajab do’a sebelum berbuka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak yaitu; (1) pemimpin yang adil, (2) orang yang berpuasa ketika berbuka, (3) do’a orang yang dizhalimi.”

Sebelum berbuka kita mengangkat tangan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini adalah kesempatan dimana Allah tidak akan menolak do’a seorang hamba.

(3) Duduk setelah shalat shubuh sampai terbit matahari kemudian melakukan shalat dua raka’at.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من صلى الغداة في جماعة، ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة. قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: تامة تامة تامة

“Barangsiapa yang menunaikan shalat shubuh berjama’ah kemudian dia berdzikir sampai terbit matahari kemudian dia melakukan shalat dua raka’at maka baginya pahala haji dan umrah”

Dalam lanjutan hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sempurna, sempurna, sempurna” (Hadits hasan riwayat At Tirmidzi)

⇒ Artinya dia betul-betul akan mendapatkan pahala haji dan umrah.

Waktu untuk melakukan shalat syuruq adalah sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Pahalanya Ma sya Allah seperti pahala haji dan umrah (sempurna, sempurna dan sempurna).

(4) Maukah anda mendapatkan pahala haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ?

Tentunya semua kita mau. Dengarkan apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عُمْرَةً فِيه تعدل حَجَّة

“Sungguh umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan pahala haji.” Dalam riwayat Muslim. “Sebanding dengan pahala haji bersamaku”

Jadi orang yang umrah di bulan Ramadhan mendapatkan pahala haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(5) Agar kita betul-betul bisa memaksimal keberkahan dibulan Ramadhan, adalah apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ

“Barangsiapa yang shalat selama 40 hari secara berjama’ah dan mendapatkan takbir pertama bersama imam, maka dibebaskan dari dua perkara yaitu dari api neraka dan kemunafiqan.” (Hadits hasan riwayat Imam At Tirmidzi)

Ini di antara tips-tips agar kita bisa memaksimalkan keberkahan di bulan Ramadhan. Semoga yang saya sampaikan ini bisa dipahami dengan baik dan tentunya bermanfaat bagi kita semua.

Akhukum Fillah,
Beni Sarbeni Abu Sumayyah
Pondok Pesantren Sabilunnajah Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Sign up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.