Adab Atau Sunah-Sunah Ketika Puasa Di Bulan Ramadhan

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أمَّا بعد

Ikhwah grup whatsapp Belajar Islam yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita lanjutkan kajian kita tentang ibadah dan puasa Ramadhan bagian yang keenam. Pada kesempatan ini, akan saya sampaikan adab atau sunnah-sunnah ketika puasa di bulan Ramadhan.

Di antara adab (sunnah) didalam beribadah puasa adalah:

(1) Sahur

Makan sahur dan mengakhirkannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Beliau bersabda:

تَسَحَّرُوْا! فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ

“Bersahurlah kalian karena dalam bersahur tersebut terdapat keberkahan.”

(2) Menahan diri dari segala hal yang bertentangan dengan nilai shaum.

Menahan ucapan-ucapan dan perbuatan yang keji dan segala bentuk perbuatan maksiat, karena itulah di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala ‘anhu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan keji malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”

Artinya puasa tersebut tidak ada artinya, tidak ada maknanya walaupun bisa jadi menggugurkan kewajiban berpuasa tetapi tidak ada maknanya, tidak ada nilainya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(3) Menyegerakan berbuka

Di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Senantiasa manusia itu ada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

Selama mereka menyegerakan kebaikan berarti mereka dalam kebaikan.

(4) Dermawan dan senantiasa mempelajari Al Qur’an

Dalam hadits-hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari, kata Abdullah Ibnu Abbas:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل وكان جبريل يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فَلَرَسول الله صلى الله عليه وسلم حين يلقاه جبريل أجود بالخير من الريح المرسلة. ((متفق عليه))

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.”

(5) Berdo’a ketika berbuka

Berdo’a ketika berbuka yaitu dengan do’a:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud)

Adapun do’a:

اللهم لك صمت و بك أمنت و على رزقك أفطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

⇒ Do’a ini diriwayatkan secara dhaif (lemah)

(6) Berbuka dengan ruthab (kurma basah)

Jika tidak ada ruthab maka bisa dengan kurma biasa, jika tidak ada kurma, bisa menggunakan air. Demikianlah ikhwah sekalian, beberapa adab atau etika ketika berpuasa, khususnya dibulan Ramadhan. Semoga yang saya sampaikan dipahami dengan baik, tentunya bermanfaat bagi kita semua.

Akhukum fillah,
Beni Sarbeni Abu Sumayyah
Pondok Pesantren Sabilunnajah Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Sign up
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.